NPM ROA ROE

Rasio yang umumnya digunakan untuk menganalisa tingkat imbal hasil perusahaan dari sisi fundamental meliputi marjin bersih (net profit margin/NPM), rasio laba terhadap total aset (return on asset/ROA), dan rasio laba terhadap modal (return on equity/ROE).

ROA dan ROE mengindikasi kemampuan perusahaan memanfaatkan aset dan modal (ekuitas) untuk menghasilkan laba. Semakin tinggi nilainnya, semakin besar imbal hasil yang didapat perusahaan. Rule of thumb nilai ROA yang baik umumya di atas 5%, sedangkan untuk ROE yakni di atas 10%.

Merujuk tabel di atas, mayoritas kelima emiten tersebut menorehkan tingkat imbal hasil yang cukup impresif, di mana 3 dari 5 membukukan nilai NPM dua digit dengan BBCA menorehkan nilai NPM tertinggi mencapai 43,81%.

Lalu, mayoritas ROE perusahaan juga di atas 10% dengan BTPS mencatatkan nilai terbesar mencapai 19,71%, diikuti oleh MNCN senilai 15,07%.

Namun, jika dilihat perolehan ROA, tampaknya mayoritas perusahaan belum mampu memaksimalkan penggunaan asetnya. Pasalnya, hanya dua emiten, yakni MNCN dan BTPS, yang dapat membukukan perolehan ROA di atas 5%.

Sementara itu, EXCL menduduki posisi paling bontot dari keseluruhan aspek karena membukukan nilai NPM, ROA, dan ROE paling kecil dibandingkan yang lain.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *